Blog

RI Penghasil Sampah Plastik Terbesar, Mau Dijadikan Aspal

New York – Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik laut terbesar nomor dua di dunia setelah China. Pemerintah bertekad menguranginya dan mendaur ulang sampah tersebut hingga menjadi aspal.

Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan, mengungkapkan data jumlah sampah plastik di laut Indonesia mencapai 0,48 juta-1,29 juta ton per tahun.

Dalam 8 tahun ke depan, pemerintah ingin menguranginya sampai 70%, dan mengalokasikan dana hingga US$ 1 miliar.

“Kami sudah menjajaki kerja sama dengan Belanda untuk berbagi teknologi mengelola sampah plastik. Kami juga menjaga agar sampah plastik di darat itu tidak sampai ke laut. Jadi sampah di laut Indonesia juga bukan berasal dari Indonesia saja,” kata Luhut ditemui di sela acara Konferensi Kelautan yang diadakan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di kantor pusatnya, New York, Selasa (6/6/2017).

Belanda memang memiliki teknologi untuk mengembangkan aspal atau jalan dari bahan plastik. Soal plastik menjadi sampah, Luhut mengatakan, pemerintah Indonesia juga belajar ke India. Rencananya, pemerintah akan membuat model pengaspalan jalan dari bahan plastik di Bali.

“Ongkosnya lebih murah 7-10%. Namun untuk mengembangkan ini, kita harus melakukan pendekatan bisnis sehingga ada orang yang mau investasi pengembangan (plastik jadi aspal) di Indonesia,” ujar Luhut.

Dalam Konferensi Kelautan PBB tersebut, Luhut mengutarakan masalah sampah plastik di laut. Pemerintah Indonesia mendorong negara-negara yang memiliki laut untuk ikut memberantas sampah-sampah plastik yang beredar. Ini merupakan salah satu inisiatif pemerintah Indonesia dalam forum tersebut. (dnl/mkj)

SUMBER