Kesadaran Warga Sampit Buang Sampah Masih Rendah

Nampaknya kesadaran warga Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, untuk membuang sampah pada tempatnya, masih rendah. Lihat saja. Masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan, bahkan spanduk larangan pun seakan hanya menjadi pajangan. Bupati Kotim Supian Hadi sudah berkali-kali mengimbau, bahkan mengeluarkan ancaman, tetapi sepertinya tak mempan.

Seperti terlihat di Jalan DI Panjaitan Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Senin (3/4/2017) sore. Masih banyak tumpukan sampah, walaupun di tempat itu sudah diberi pagar dan sanduk larangan buang sampah. Sejumlah warga sekitar yang ditemui, mengaku sampah tersebut bukanlah mereka yang membuang, namun masyarakat lain yang berada cukup jauh dari tempat itu. Warga lain itu, sambil melintas, membuang sampahnya di situ, tidak peduli pada larangan yang ada.

“Kami warga sekitar sini iuran untuk mengupah seseorang untuk mengambil sampah langsung ke rumah. Jadi, kami tidak membuang sampah ke tempat tersebut,” ujar Yesi, salah satu warga sekitar, Senin (3/4/2016).

Yesi, dan warga lain yang ditemui mengungkapkan, yang membuang sampah di tempat tersebut, masyarakat yang tinggal jauh dari tempat itu. Karena mereka sering melihat sejumlah orang menggunakan kendaraan, terutama sepeda motor, seenaknya membuang sampah di daerah tersebut.

Apalagi kawasan itu terhubung dengan Jalan H Imrab dan juga Jalan Kembali. Jadi, bisa saja mereka yang membuang sampah di daerah tersebut. Walaupun saat ini sudah ada larangan berupa spanduk.

“Kami sih cukup terganggu dengan adanya sampah tersebut, karena kalau lagi berangin, baunya sampai ke sekitar rumah,” terang Yesi.

Memang dulunya tempat tersebut disediakan dua buah bak sampah. Namun sepertinya tempat sampah tersebut tetap tidak cukup untuk menampung sampah masyarakat. Karena sering terlihat meluber hingga ke jalan.

Tetapi saat ini bak tersebut sudah dihilangkan, dan tempat tersebut dipasang pagar serta spanduk larangan buang sampah. Warga sekitar pun berharap agar daerah tersebut tidak lagi menjadi tempat buang sampah. Karena baunya cukup mengganggu. (MUHAMMAD HAMIM/N)

SUMBER

Tinggalkan komentar